TPAKU SAYANG TPAKU TIDAK MALANG

Fenomena yang sering kita temui dalam kegiatan perTPA-an adalah semakin sedikitnya jumlah santri atau semakin sedikitnya SDM yang mengelola TPA atau bahkan dua duanya, sehingga membuat TPA seperti lampu yang kehabisan minyak...

MENGENAL MAKANAN HARAM

Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan haram. Rasulullah bersabda: “Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda: ” Sesungguhnya Allah baik tidak menerima kecuali hal-hal yang baik,...

KALAU TIDAK KE TPA/TPQ, KE MANA ANAK ANDA MAU BELAJAR AL QUR’AN ??

Orang tua mana yang tidak bangga jika kita memiliki anak sholeh/ah yang taat pada Allah dan berbakti pada kedua orang tuanya. Tapi sayangnya mendidik anak agar menjadi anak sholeh/ah bukan pekerjaan mudah bagi orang tua saat ini.

KAMUS BAHASA ARAB-INDONESIA PORTABLE: AL-MUFID

Al Mufid adalah sebuah program kamus Arab –> Indonesia untuk sistem operasi Windows. Al Mufid memiliki tampilan yang sederhana, mudah digunakan dan dimengerti, dilengkapi dengan sebuah virtual keyboard arab dan latin yang disusun secara alpabetik...

APLIKASI TAJWID, CARA MUDAH MEMBACA AL QUR'AN

Kelebihan dari aplikasi ini adalah adanya tulisan arab sebagai contoh dari penerapan tajwid tersebut, disertai juga dengan suara yang menambah pemahaman kita tentang ilmu tajwid dan pengucapan yang benar akan makhrojul hurufnya.

Departemen Kewirausahaan TMM

      Masjid merupakan tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis untuk kemajuan peradaban ummat islam. Sejarah telah membuktikan keberhasilan multi fungsi peranan masjid dalam mengembangkan dan mewarnai kehidupan bermasyarakat, khususnya dikalangan ummat islam. Masjid bkan hanya difungsikan sebagai tempat shalat melainkan juga sebagai pusat pengkajian ilmu, pusat kesehatan, perekonomian dan pengembangan keterampilan ummat islam. 
    
     Rasulullah Muhammad SAW telah mencontohkan multifungsi masjid dalam membina dan mengurusi seluruh kepentingan mmat, baik dalam ekonomi, politik, sosial, kesehatan, bahkan militer. 

    Dalam kondisi kekinian multi fungsi dan peranan Masjid dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang maju dan berperadaban, khususny dalam hal ekonomi sangat diharapkan. Gagasan tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui masjid bukan merupakan hal baru. Ide ini sudah banyak dipaparkan oleh para pakar pemberdayaan dan keumatan. Hanya saja dalam tataran implementasinya sering tidak berjalan sebagaimana mestinya. 

      Masjid Al Munawwar, salah satu Masjid yang berada di Yogyakarta tepatnya di Kuningan, Catur Tunggal, Depok Sleman berusaha menerapkan gagasan-gagasan multi fungsi dan peran Masjid tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan menjadikan Masjid Al Munawwar sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan khususnya bagi ummat islam yang ada disekitarnya. Dalam hal pemberdayaan ekonomi Masyarakat Masjid Al Munawwar telah membentuk suatu Badan Seni Otonom yang diberi Nama Departemen kewirausaan Takmir Masjid Al Munawwar (KWU TMM). Pada awalnya badan ini hanya bertujuan membangun usaha-usaha untuk menciptaka Masjid Al Munawwar yang Mandiri dalam hal finansial. 
      Seiring berjalannya waktu, badan ini tidak hanya mencari dana yang sekiranya halal untuk kemandirian finansial TMM tetapi juga berusaha menumbuhkan jiwa-jiwa wirausaha bagi warga sekitar khususnya bagi anggota internal TMM sendiri. 

Berikut adalah usaha-usaha KWU TMM dalam mewujudkan misi-misinya: 
1. Penitipan kotak infaq diwarung-warung makan yang ada di kampung kuningan 
2. Pelatihan kewirausahaan bagi para pemuda kampung kuningan 
3. Penyaluran zakat infaq shodaqoh 
4. Membuat usaha-usaha mandiri yang berorientasi profit. 

      Meskipun belum semua program berjalan maksimal dan berjalan sesuai dengan target yang direncanakan diawal akan tetapi keberadaan KWU TMM kedepan diharapkan bisa berperan dalam kemajuan ummat islam dikampung kuningan khususnya dalam hal ekonomi.

Handuk Multifungsi

Oleh : Gino Erman Agusta
    Persaingan ekonomi menuntut para pengusaha untuk menjadi penguasa yang kreatif. Sajadah saja, kini sudah tersedia berbagai macam versi, ada yang kecil sekali cukup untuk kepala saja, ada yang empuk, ada yang tebal, ada yang terdapat kompas kiblat di sajadahnya, ada lagi sajadah dengan motif yang disukai anak-anak. Tapi ada satu macam sajadah yang sangat unik yang pernah kulihat.yang hanya ada di daerah kuningan, desa catur tunggal, sleman, Yogyakarta. 

      Sore itu setelah adzan ashar berkumandang sesuai dengan jadwal sholat yang telah tertempel di masjid. Beberapa warga yang rajin sholat pun segera memenuhi panggilan adzan tersebut dan pergi menuju masjid Al Munawwar di deket kos di blok H, sedang kos ku di blok F. tak tahu sedang terasuk malaikat apa, hari itu aku dating ke masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah denga masyarakat. Untuk menunggu waktu iqomah, maka orang-orang yang datang awal melaksanakan sholat sunah karena memang iming-iming pahala yang besar bagi orang yang melaksanakan sholat rawatib ditambah lagi, tak ada sholat sunnah setelah ashar. Karena begitu semangatnya, ada seorang warga yang datang awal juga, kemudian ia melebarkan sajadah yang ia bawa seperti yang dilakukan oleh yang lain, tapi sebelum ia melakukan takbirotul ikhrom, ia mengambil kembali sajadah yang telah ia bentangkan sebelum ia melaksanakan sholat sunah dan kemudian langsung meninggalkan masjid. Aneh kan?? Aku sempat berpikir, mungkin bapak tersebut batal sholatnya dan mau mengambil air wudhu lagi. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah mengapa ia tidak wudhu di masjid saja. 

      Ternyata setelah melakukan penyelidikan, sajadah yang tadi ia pasang adalah selembar handuk. Mungkin pada saat mau berangkat sholat ashar tadi, orang tersebut telah mencuci sajadah dan menjemurnya bersamaan dengan jemuran handuknya. Pada saat mau ke masjid, karena baru bangun tidur dalam tingkat kesadaran yang belum mencapai 100%, ia langsung mengambil sajadah dari jemuran. Tapi ternyata ia tak sadar bahwa yang dibawa adalah handuk. Jadi ia pulang kembali untuk mengganti dengan sajadah yang seharusnya, sebenarnya dan sewajarnya.

Departemen Infokom TMM

Disadari atau tidak, teknologi informasi kini telah berkembang begitu pesat dan telah merambah ke hampir setiap sisi kehidupan. Perkembangan ini memaksa manusia terutama kaum muslimin, menjadi lebih kreatif. Memang teknologi informasi, sebagaimana teknologi yang lain juga datang dengan sisi yang berbeda, dapat dilihat dari sudut pandang akidah Islam, sangat kontributif. Dengan turunnya Q.S. Al Qolam, maka tentu tidak hanya tekstual sumber pemahaman kita akan wawasan, tp dalam bentuk sumber lain. Untuk itu Departemen Infokom Al Munawwar memcoba memberikan wawasan multidimensional dari akidah, akhlak, hikmah dan ibadah dalam pandangan islam.


A.    Landasan Pemikiran
    LANDASAN:
Firman Allah:
“Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis”(Al-Qalam : 1)
“Dan Hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran : 104)

Sabda Nabi SAW:
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,:
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga." (HR. Muslim)

KEGIATAN DEPARTEMEN INFOKOM AL-MUNAWWAR


Agenda Bulanan
  1. Buletin Al Fikr
  2. Mading Al Furqon
Agenda Triwulan
1.      Training Desain Grafis
2.      Update bank Tulisan

Agenda Tengah Tahunan
  1. Training Kepenulisan
  2. Training Website
  3. Pengelolaan Perpustakaan
Agenda Insidental
1.      Pamfletisasi dan Spandukisasi
2.      Silaturahim


B.     Gambaran Umum
Tujuan    : Membentuk wacana dan opini masyarakat yang positif terhadap Islam.
Sasaran   : Masyarakat Kampung Kuningan dan sekitarnya.
Arahan   :
                    i.      Pengelolaan media keislaman.
                  ii.      Meningkatkan kemampuan dan wawasan jurnalistik baik internal maupun eksternal Takmir.
                iii.      Pencitraan diri Takmir melalui media informasi baik internal maupun eksternal.


C.    PROFIL

Nama unit               : Dept Infokom (Departemen Informasi dan Komunikasi)
Alamat                    : Sekretariat Masjid Al-Munawwar Lt.2 Kuningan, Catur Tunggal
Depok, Sleman 55281
Jumlah Pengurus      : 10 (sepuluh)
Alamat facebook     : Departemen Infokom Kuningan
Kepala Departemen : Akhmad Akbarudin
Sumber dana           : Donatur (masyarakat), dana pemerintah, sumber lain yang halal dan tidak mengikat.

D.    Pengurus Dept. INFOKOM
1.      Akhmad Akbarudin                085642394919 / Kepala Departemen
2.      Wiji Aziz Hari mukti               085743705727 / Staff / bendahara
3.      Setiawan Nugroho                  081215642803 / Staff
4.      Agung Pambudi                      085642515952 / SC
5.      Umamatul Choiriyah               087839022435 / Koordinator Akhwat
6.      Ninik Inayah                           085743108470 / Staff
7.      Nur Wachibatul Mazula          081327096467 / Staff / sekretaris
8.      Wiwit  Setiyani                       085227707435 / Staff
9.      Nopi Triana Monalisa              087838480575 / Staff
10.  Aulia Yusticiana                     085726471858 / SC
           

E.     Program Kerja periode 2011

No
Jenis Kegiatan
Tujuan Kegiatan
Target/ Sasaran
Target Waktu
1.
Penerbitan buletin
Syi’ar Islam melalui media cetak
Masyarakat Kuningan dan sekitarnya
Setiap awal bulan
2.
Majalah dinding
Penginformasian hal-hal yang berkaitan dengan Islam melalui majalah dinding
Masyarakat Kampung Kuningan
Setiap pertengahan bulan
3.
Pengelolaan media online

Meng-optimalisasi peran media berbasis web
Masyarakat Kampung Kuningan dan umum
Setiap pekan
4.
Perpustakaan
Pengelolaan perpustakaan Masjid Al Munawwar
Masyarakat Kampung Kuningan dan umum
Tiap semester
5.
Pelatihan –pelatihan:
a. Pelatihan Corel
    Draw


b. Pelatihan website

c. Pelatihan 
    jurnalistik

d. Pelatihan desain
   grafis 



Meningkatkan skill di bidang desain grafis

Para staf memiliki skill dalam mengelola website (regenerasi)

Meningkatkan skill dalam bidang jurnalistik

Meningkatkan skill peserta dalam bidang desain grafis

Internal Infokom


Internal Infokom


Internal Infokom


Masyarakat Kampung Kuningan dan umum

Sekali per 2 bulan hingga mahir
Setiap pekan bersamaan dengan peng-update-an media online

April 2011
Setahun sekali saat akhir pekan (bulan belum ditentukan)
6.
Silaturahim
Menjalin tali  silaturahmi dengan para tokoh masyarakat, alumni, dan takmir
Internal Infokom


Ditentukan PH
7.
Bedah buku


Menambah ilmu pengetahuan melalui kandungan dari buku yang dibedah
Masyarakat Kampung Kuningan dan umum
Mei 2011
8.
Bank Tulisan

Mewadahi karya tulis dari takmir
Masyarakat Kampung Kuningan dan umum
Setiap bulan per 4 tulisan
9.
Sms undangan
Memberikan informasi seputar takmir, kuningan.
Masyarakat Kampung Kuningan dan umum
insidental
10.
Pamfletisasi dan spandukisasi
Memfasilitasi pengelolaan publikasi dan pewacanaan informasi seputar takmir, kuningan.
Masyarakat Kampung Kuningan dan umum
Insidental
PHBI

CATATAN :

NB : SARAN DAN REKOMENDASI 2011
1.      Perlunya  penguasaan dan pengoptimalan media sebagai sarana dakwah dan syiar.
2.      Perlu adanya pengkajian isu-isu baik dari media maupun kritisisasi kondisi takmir dan masyarakat Kuningan dan sekitarnya.
3.      Lebih memaksimalkan jaringan, baik antarstaf Infokom, pengurus takmir, masyarakat Kuningan, maupun remaja masjid di sekitar Kuningan
4.      Lebih berkomitmen dan disiplin terhadap waktu dalam menjalankan program sehingga kualitas kerja semakin meningkat.
5.      Mempererat hubungan antaranggota internal Infokom, baik secara struktural maupun kultural.
6.      Meningkatkan skill anggota, terutama dalam bidang kerja Infokom.
7.      Turut andil dalam publikasi tiap kegiatan di Kuningan.
8.      Pelatihan atau training dilakukan secara berkala dan kontinyu untuk meningkatkan skill tim Infokom khususnya dan pengurus takmir umumnya.
9.      Melakukan pendampingan pada kepengurusan yang baru untuk beberapa waktu ke depan.
10.  Melakukan perencaan keuangan mandiri, baik bersumber dari internal Infokom, takmir, maupun sponsor atau donatur.
11.  Merapikan arah kerja tim Infokom agar kinerja lebih terprogram

Profil Departemen Pelayanan Ummat TMM

Kehidupan masyarakat akan selalu berubah sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. Adanya arus informasi yang berkembang semakin pesat sangat mempengaruhi pola pikir dan pola perilaku masyarakat. Untuk menjaga terjadinya perubahan-perubahan yang tidak di inginkan maka perlu adanya benteng yang kuat, yaitu dengen tetap menjaga keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Di kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.Departemen Pelayanan Umat (PU) sebagai departemen yang bergerak dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat (baik rohani maupun jasmani) mempunyai peranan yang cukup penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang baik, yang berlandaskan pada nilai-nilai islami.

Dalam bidang jasmani departeman PU mengadakan kegiatan-kegiatan jasmani, berupa pelayanan kesehatan, sedangkan dalam bidang ruhani mengadakan kajian-kajian keislaman yang rutin diadakan setiap bulan, dan pada saat peringatan hari-hari besar islam. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk Mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat keislaman Kampung Kuningan, memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat guna mewujudkan masyarakat Kampung Kuningan yang cerdas , sehat, aman dan nyaman serta sejahtera.

Dokumentasi kegiatan Departemen PU TMM...

Pengajian Umum

Pentas Seni Al-Munawwar

Pelayanan Kesehatan


Landasan
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat- menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.”(QS. Al Ashar: 2-3) 

“Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An Nahl: 97) 

“Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS. At Taubah: 18) 

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata: sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”(QS. Fushilat: 33) 

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama)Allah,niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”(QS. Muhammad: 7) 


Visi dan Misi 
Visi : Mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat keislaman Kampung Kuningan 

Misi : 
· Melakukan kegiatan-kegiatan Jasmani dan Ruhani secara rutin dan Ikhlas karena Allah swt. 
· Mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keislaman dan kegiatan-kegiatan sosial yang lainya. 

Program kerja 
a. Melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan 
    - Pengajian Umum Bulalan 
    - Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keislaman dan memanfaatkan momen hari besar islam (Lomba-lomba dll) 
b. Pelayanan Kesehatan 
c. Melayani pelaksanaan ibadah umat islam 

Kepengurusan
Ikhwan : 8 orang 
Akhwat : 6 orang

bolehkah seorang wanita sholat berjama'ah dimasjid?

Saudaraku yang dimuliakan Allah swt...
Para ulama telah bersepakat bahwa shalat seorang laki-laki lebih utama dilakukan berjama’ah di masjid daripada di rumahnya, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Shalat berjama’ah itu lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Juga hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa telah datang seorang laki-laki buta menemui Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah aku tidak memiliki penuntun yang akan membawaku ke masjid.’ Ia meminta agar Rasulullah saw memberikan rukhshah (keringanan) kepadanya untuk melakukan shalat di rumahnya lalu Nabi saw memberikan rukhshah kepadanya. Namun tatkala orang itu berlalu maka beliau saw memanggilnya dan bertanya kepadanya,’Apakah kamu mendengar suara adzan untuk shalat?’ orang itu berkata,’ya.’ Beliau bersabda,’kalau begitu kamu harus menyambutnya (ke masjid).” (HR. Muslim) –(baca : “Mendengar Adzan Ketika Sedang Sibuk”)

Adapun bagi seorang wanita maka kehadirannya di masjid untuk melakukan shalat berjama’ah diperbolehkan bagi mereka yang sudah tua dan dimakruhkan bagi yang masih muda karena dikhawatirkan adanya fitnah. Untuk itu yang lebih utama baginya adalah melakukan shalat di rumahnya, demikian menurut DR. Wahbah.

Beberapa pendapat para ulama tentang permasalahan ini adalah :

1. Abu Hanifah dan dua orang sahabatnya mengatakan bahwa makruh bagi seorang wanita yang masih muda menghadiri shalat berjama’ah (di masjid) secara mutlak karena dikhawatirkan adanya fitnah. Abu Hanifah mengatakan bahwa tidak mengapa bagi seorang wanita yang sudah tua pergi ke masjid untuk shalat shubuh, maghrib dan isya karena nafsu syahwat bisa menimbulkan fitnah di waktu-waktu selain itu. Orang-orang fasiq tidur pada waktu shubuh dan isya kemudian mereka disibukan dengan makanan pada waktu maghrib. Sedangkan kedua orang sahabatnya membolehkan bagi seorang wanita yang sudah tua pergi ke masjid untuk melakukan semua shalat karena tidak ada fitnah didalamnya dikarenakan kecilnya keinginan (syahwat) seseorang terhadapnya.

Dan madzhab dikalangan para ulama belakangan adalah memakruhkan wanita menghadiri shalat jama’ah walaupun shalat jum’at secara mutlak meskipun ia seorang wanita tua pada malam hari dikarenakan sudah rusaknya zaman dan tampaknya berbagai kefasikan.

2. Para ulama Maliki mengatakan bahwa dibolehkan bagi seorang wanita dengan penuh kesucian dan tidak memikat kaum laki-laki untuk pergi ke masjid melakukan shalat berjama’ah, id, jenazah, istisqo (shalat meminta hujan), kusuf (shalat gerhana) sebagaimana dibolehkan bagi seorang wanita muda yang tidak menimbulkan fitnah pergi ke masjid (shalat berjama’ah) atau shalat jenazah kerabatnya. Adapun apabila dikhawatirkan terjadinya fitnah maka tidak diperbolehkan baginya untuk pergi ke masjid secara mutlak.

3. Para ulama Syafi’i dan Hambali mengatakan bahwa makruh bagi para wanita yang cantik atau memiliki daya tarik baik ia adalah seorang wanita muda atau tua untuk pergi ke masjid shalat berjama’ah bersama kaum laki-laki karena hal itu merupakan sumber fitnah dan hendaklah ia shalat di rumahnya. Dan dibolehkan bagi para wanita yang tidak menarik untuk pergi ke masjid jika ia tidak mengenakan wangi-wangian dan atas izin suaminya meskipun sesungguhnya rumahnya lebih baik baginya, berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Janganlah engkau melarang para wanita itu pergi ke masjid meskipun rumah mereka lebih baik bagi mereka.” Didalam lafazh lainnya disebutkan,”Apabila para wanita kalian meminta izin kepada kalian pada waktu malam hari untuk ke masjid maka izinkanlah mereka.” (HR. Jama’ah kecuali Ibnu Majah) yaitu jika aman dari kerusakan (fitnah). Juga sabdanya saw,”Janganlah kamu melarang para wanita pergi ke masjid, hendaklah mereka keluar tanpa memakai wangi-wangian.” (HR. Ahmad, Abu daud dari Abu Hurairoh) dan dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Sebaik-baik masjid bagi kaum wanita adalah didalam rumahnya.” (HR. Ahmad)

Intinya adalah bahwa tidak dibolehkan bagi seorang wanita cantik (menarik) untuk pergi ke masjid dan dibolehkan bagi wanita yang sudah tua. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz II hal 1172 – 1173)

Wallahu A’lam
--sumber: eramuslim.com--

seutas kata tentang Al Munawwar

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
(At-Taubah: 18)
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
(Ali Imran: 110)
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(Ash-Shaff: 4)

Sejarah kejayaan umat Islam tidak pernah lepas dari peran strategis Masjid sebagai pusat kegiatan spiritual dan sosial masyarakat. Di masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, selain dipergunakan untuk shalat, berdzikir dan beri’tikaf, Masjid dipergunakan untuk kepentingan sosial. Misalnya, sebagai tempat belajar dan mengajarkan kebaikan (menuntut ilmu), merawat orang sakit, berkumpul, bertukar pengalaman, pusat dakwah dan lain sebagainya. Khalifah Abu Bakar juga menyampaikan pidatonya tentang pentingnya peranan Masjid, ''Jika sekiranya datang cengkeraman dari pihak yang Batil dan timbul perlawanan dari pihak yang hak (perlawanan yang tidak akan sia-sia lantaran kebajikannya), maka di kala itu, di masjidlah tempat kamu menetap dan dari Al-Qur’an-lah kamu mencari petunjuk.'' J. Pedersen dalam bukunya berjudul Arabic Book menyampaikan, "Di era kejayaan Islam, masjid tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja, namun juga sebagai pusat kegiatan intelektualitas." Sejak awal perkembangannya, masjid terbukti juga memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan di dunia Islam.
Tidak berhenti hanya dengan nostalgia masa keemasan Islam di masa lampau, Takmir Masjid Al-Munawwar, Kuningan, Yogyakarta berusaha menjadi ‘salah satu lilin’ di antara ‘lilin-lilin penerang’ yang telah lebih dahulu menyalakan terangnya di tengah kegelapan peradaban dan krisis moral saat ini. Perlahan tetapi pasti agenda-agenda perbaikan moral masyarakat dapat terlaksana. Semua itu karena adanya peran strategis Masjid yang dibangun oleh para perintis jalan dakwah ini. Tongkat estafet dakwah pun juga harus selalu tersalurkan dari generasi ke generasi agar peran Masjid sebagai pusat kebangkitan peradaban Islam dapat terwujud dan senantiasa lestari di bumi Allah ini.
Oleh karena itu, web/blog Masjid Al-Munawwar ini menjadi salah satu persembahan Takmir Masjid Al-Munawwar, Kuningan, Yogyakarta yang kami harapkan bisa menjadi salah satu media syiar dan silaturahim di dunia maya bagi para pecinta dan pemakmur masjid di seluruh Indonesia atau bahkan di seluruh dunia sehingga dapat saling menguatkan ukhuwwah dan memberikan semangat dalam perjalanan dakwah di mana pun kita berada. Saran maupun kritik yang membangun sangat kami harapkan. Selamat berselancar di dunia maya dan mari Menebar Dakwah, Merajut Ukhuwwah!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More