Untuk Saudara Seperjuanganku

Untuk Saudara seperjuanganku
 Mari kita buka dengan basmalah
Agar mendapat limpahan kasih Allah
Agar senantiasa mendapat keridhaanNya dan kedamaian di setiap langkah kita
Agar senantiasa mendapat keridhaanNya dan kedamaian di setiap langkah kita
(Suara Persaudaraan)

Assalamu’alaikum . . .
Alhamdulillahirabbil’alamiin. Untaian teindah adalah sejuta syukur atas segala nikmat  yang Allah berikan. Nafas masih berhembus, mata masih memandang, dan kita masih diizinkan saling mencinta karnaNya. Shalawat salam atas Rasulullah, sang pembawa cahaya yang telah menerangi lorong lorong gelap jahiliyah, kita nantikan syafaatnya di yaumul hisab nanti.
Saudaraku, hari ini Allah masih mengizinkan kita untuk berukhuwah, bersama melangkah di sepetak tanah perjuangan  ini, Al Munawwar. Semoga barisan ini adalah barisan terbaik dalam menggapai ridha Nya.
Saudaraku, Al Munawwar bukanlah suatu istana yang megah, namun ini adalah salah satu istana impian kita. Semoga. Kita akan membangun mimpi bersama, merajut asa bersama, dan membangun cita dalam satu naungan cintaNya.
Al Munawwar bukanlah tempat untuk saling mengharap pemberian, maka jangan pernah  berharap untuk senantiasa menerima. Al Munawwar adalah kumpulan orang yang harusnya saling memberi. Apa yang kita peroleh adalah imbas. Semua tetap berawal dari kita. Al Munawwar bukan kumpulan orang soleh, tetapi kumpulan orang yang berazam kuat untuk menjadi orang soleh dan bercita untuk selalu membagi ilmunya. Dan kita berbaris di sini untuk mewujudkan mimpi itu. Mimpi untuk menjadi orang sholeh, mimpi untuk berada dalam pelukan hidayah Nya. Di sini kita akan saling mengingatkan, saling memberi dan saling berbagi. Kita akan bersama memperbaiki diri, bersama membina diri. Karena sesungguhnya, perubahan ada di tangan kita.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.(Ar Ra’d : 11)

Saudaraku, jangan pernah berhenti berbenah. Senantiasalah kita membina diri kita ,menjemput kerinduan kita akan hidayah Nya.

Sungguh saya memiliki jiwa perindu. Jiwa ini  merindukan kepemimpinan maka saya mendapatkannya. Merindukan khilafah maka saya meraihnya. Dan sekarang jiwa ini merindukan surga.(Umar Bin Abdul Aziz)
Fastabiqul qairot . . .
Wassalamu’alaikum . . .

“Laa tahzan wa laa takhouf, Allohu ma’anaa”
                                    Saudara yang selalu mencintaimu karena Allah…



                                                       

------------------------------------------------------------------------------------------------- Blogger yang baik meninggalkan jejak komentar... ------------------------------------------------------------------------------------------------- Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More