TPAKU SAYANG TPAKU TIDAK MALANG

Fenomena yang sering kita temui dalam kegiatan perTPA-an adalah semakin sedikitnya jumlah santri atau semakin sedikitnya SDM yang mengelola TPA atau bahkan dua duanya, sehingga membuat TPA seperti lampu yang kehabisan minyak...

MENGENAL MAKANAN HARAM

Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan haram. Rasulullah bersabda: “Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda: ” Sesungguhnya Allah baik tidak menerima kecuali hal-hal yang baik,...

KALAU TIDAK KE TPA/TPQ, KE MANA ANAK ANDA MAU BELAJAR AL QUR’AN ??

Orang tua mana yang tidak bangga jika kita memiliki anak sholeh/ah yang taat pada Allah dan berbakti pada kedua orang tuanya. Tapi sayangnya mendidik anak agar menjadi anak sholeh/ah bukan pekerjaan mudah bagi orang tua saat ini.

KAMUS BAHASA ARAB-INDONESIA PORTABLE: AL-MUFID

Al Mufid adalah sebuah program kamus Arab –> Indonesia untuk sistem operasi Windows. Al Mufid memiliki tampilan yang sederhana, mudah digunakan dan dimengerti, dilengkapi dengan sebuah virtual keyboard arab dan latin yang disusun secara alpabetik...

APLIKASI TAJWID, CARA MUDAH MEMBACA AL QUR'AN

Kelebihan dari aplikasi ini adalah adanya tulisan arab sebagai contoh dari penerapan tajwid tersebut, disertai juga dengan suara yang menambah pemahaman kita tentang ilmu tajwid dan pengucapan yang benar akan makhrojul hurufnya.

Pembekalan Pengurus Takmir dan Pertemuan Wali Santri TPA (Edisi Mei 2012)

Pembekalan Pengurus Takmir Masjid Al Munawwar Kuningan Karangmalang



Pertemuan Wali Santri TPA


Liburan Ala Santri TPA Al-Munawwar Kuningan Karangmalang


Setelah kurang lebih satu minggu melaksanakan ujian kenaikan kelas, ada hal unik yang dilakukan anakanak TPA Al-Munawwar, Kuningan, Sleman, Yogyakarta. Pada hari Sabtu dan Minggu,  tanggal 15 dan 16 Juni 2012 mereka mengikuti kegiatan   Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) ala TPA yang dilaksanakn oleh Takmir Masjid Al-Munawwar. MABIT dilaksanakan mulai pukul 19.00 pada hari Sabtu  dan berakhir pukul 10.00 pada keesokan harinya.  



     Dalam kegiatan mabit ini di ikuti oleh sekitar 20 santri TPA Al-Munawwar, mulai dari yang masih duduk di bangku TK hingga yang sudah kelas VI SD.  MABIT dilaksanakan di dalam Masjid Al-Munawwar. Untuk putri di lantai dua dan untuk putra di lantai satu. Dengan dipandu beberapa ustad/ustazah TPA diantaranya Anis Gunawan, Farid, Gufron Wahyu, Ana, Nita, Wahyu Apriliani, dan Siti Maesyaroh, para santri dengan tertib mengikuti serangkaian agenda yang dilaksanakan.
     Dibuka oleh ustadz Anis,  awalnya santri sulit dikondisikan justru mereka sibuk bermain sendiri. Namun ketika pemutaran film pertama yaitu mengenai Kisah Qorun yang Sombong, para santri mulai antusias mengikutinya. Sambil minum teh hangat dan makan snack ringan yang disediakan panitia, para santri dengan tenang dan tertib mengikuti alur cerita yang ada. Setelah itu dilanjutkan dengan film yeng berjudul  Tiga Pemuda di Dalam Gua, dan Rosullulah dan Pengemis Buta.



  Keesokan harinya, sekitar pukul 03.00 para santri TPA dibangunkan untuk di ajak sholat Tahajjud bersama dilanjutkan dengan sholat Subuh berjama’ah. Tujuannya adalah untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik sejak kecil, mulai dari sholat tahajjud hingga sholat subuh berjamaah. Usai sholat subuh Santri bersama-sama dengan Ustadz/ah melakukan riyadhoh (olahraga) ringan didepan halaman masjid, agar kondisi tubuh lebih fresh dan siap menjalani aktivitas nanti siang yang pastinya akan lebih seru!



 Dan inilah kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu para santri, Yup! adalah sepeda santai bersama.  Rute sepeda santai kali ini adalah dari Masjid Al-Munawwar, Kuningan menuju daerah Babarsari yaitu sebuah kali di bawah jembatan Babarsari. Sepanjang perjalanan tampak wajah-wajah santri yang sangat senang mengikuti serangkaian agenda tersebut. Dipandu oleh ustad Gufron dan beberapa ustazah lainnya perjalanan menuju babarsari berlangsung lancar. Sesampainya di kali Babarsari mereka langsung menceburkan diri ke kali. Tanpa rasa canggung para santri dan ustad/ustazahnya berbaur bermain bersama. Suasana semakin seru ketika para santri di ajak bermain bola air.  





    
      Serangkaian kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) TPA Al-Munawwar telah selesai dan ditutup pada pukul 09.00 pagi. meninggalkan sungai Babarsari dalam kondisi basah namun tidak menyurutkan semangat mereka. Kemudian  ditutup oleh salah seorang ustad dan kemudian  semua santri meninggalkan masjid dan kembali menuju rumah masing-masing.

~Reported by: Ustadzah Siti Maysaroh ~

Dokumentasi kegiatan takmir masjid almunawwar kuningan Februari 2012

Santri mengikuti perlombaan TPA

BCM TPA Al Munawwar



santri saling mengecek hafalan 

 Pelayanan kesehatan Februari 2012


 Musyawarah kerja Takmir


Foto ngaji anak-anak TPA Al-Munawwar Kuningan

dek Nafizza
 dek Salman
 dek Raffi

 dek Febri
 dek Rasyid
 dek Eqi
 Ustadz Gufron
 dek Nadia
 dek Hasna
 dek Ama
 dek Indri
 dek Desi
 dek Anggi


 dek Rara
 dek Icha
 dek Riri


 Ustadz Farid

Sedekah : Antara si Golok dan si Peci

Pernahkah anda melihat ada yang membawa golok? Lalu bagaimana reaksi anda? Takut bukan?! Kira-kira kemanakah si golok akan meletakkan goloknya?
Lalu bagaimana dengan yang berpeci, necis, manis, rapi? Kemanakah ia akan menuju jika melihatnya?

Jawabannya :
“ Si Golok lebih sering ke toilet umum dan masjid, sedangkan si Peci lebih suka jalan-jalan ke Mall. “

Masya Allah, ini bukan perumpamaan, pelecehan, ataupun penghinaan…
Cuma kenyataan,

Kenyataan apa?
Yah, tentang gambar di mata uang kita, Rupiah
Si Rp.1000,-









dan Si Rp.100.000,-










Banyak orang lebih memilih berbelanja di dunia, dibandingkan di akhiratnya…
Jaraaaaaaaaaang sekali yang mau berbagi lebih dengan orang lainnya. Jarang sekali.
Padahal hukum kausalitas berlaku: “ Memberi berbanding lurus dengan diberi.“
Donald Trump, si milyader kaya nan playboy pun tahu hukum tersebut, ia penah bangkrut tahun 1990an, dan pada saat itu ia memilih membagi-bagikan sisa hartanya, karena dia percaya, yang diberi pasti kembali dengan lebih baik.

Coba jawab pertanyaan ini :
Manakah yang lebih baik, shalat sunnah dhuha 2 rakaat atau 6 rakaat ?
(jawabannya pasti yang 6 rakaat)
Manakah yang lebih baik, haji saja atau umroh sekaligus?
(pasti haji + umroh)
Dan, manakah yang baik sedekah besar atau sedekah kecil?
(Yang Ikhlaaaaaaaaaaaaas!!!)

Hadeee, ini dia manusia, masih kikir sama penciptanya, padahal jika diilustrasikan dengan seorang boss memberi uang kepada karyawannya, “ Bung, ini uang buat kamu, boleh kamu pakai tapi ingat, 20% nya tolong kamu kasih sama karyawan dapur. Jangan sampai bohong, soalnya dimana-mana sudah saya pasang CCTV, bahkan disamping kanan dan kirimu sudah siap dengan robot lebah pengintai yang siap melihat kelakuanmu selama 24jam. Ingat bagian orang lain itu, jika kamu ngeyel jangan salahkan saya gajimu seharusnya buat bulan depan saya potong tanpa sepengetahuan dan ingin kamu.“
Ini cuma ilustrasi, tapi boss pemilik titipan harta dunia saja bisa begitu, apalagi boss pemilik dunia dan akhirat, bukankah Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, bahkan Maha Tahu isi hati seseorang. Setuju?!

Sekarang balik lagi, ke Rupiah...
Bukan sembarang “kebetulan“ jika mata uang rupiah kita menyampaikan sedikit dari makna nilai di dalam kertas tersebut, nilai yang menempel, toh kalau kertasnya robek, dah gak berarti lagi yee... (^^,)v

Kita lihat dari uang Rp.1.000,- terlepas dari siapakah yang ditampilkan di situ namun terlihat di dalam uang seribu, orang tersebut membawa golok. Kemudian beranjak ke uang Rp.2.000,- siapapun tahu orang yang ditampilkan lebih baik dari membawa golok, lalu Rp.5.000,- ; Rp.10.000,- semakin berpenampilan baik, kemudian di uang Rp.20.000,- sudah memakai jas dengan rapi, Rp.50.000,- sudah berpeci, dan tiba di uang Rp.100.000,- Aduhai... Sudah berjas, berpeci pulaa....

Namun kenyataannya, siapakah yang rajin masuk masjid, yah... Yang terkecil, si golok. Dan yang sering masuk mall, yeaaah... tak bisa saya bantah bahwa si Peci lah yang sering shopping time.

Ada kala mugkin kita perlu mencolek yang masih bawa golok ke masjid, “ Mas-mas, ini mesjid bukan toilet!”

Dan masih adakah yang bersedekah dengan Rp.500,- , jangan dibayangkan rupa uang kertasnya, dan juga jangan dibayangkan berat logamnya. (^^,)

Tanpa mengurangi rasa hormat.
“ Mari muliakan para pangeran, prajurit, pahlawan dan semua yang harusnya mulia di tempat mulia. “
dalam artian " Bersedekahlah sepantasnya..."

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More